More

    Mengapa Allah Menciptakan Neraka?

    Oleh: Mohamad Fachri Hidayat

    (Mahasiswa Universitas Al-Azhar & Angkatan 8 Rumah Syariah Kairo, Mesir)

    Terkadang kesimpulan yang lahir dari cara berpikir cepat dapat membuat orang tersebut salah paham. Hal ini sering terjadi pada masalah yang berbau keagamaan. Manusia menjadi sangat sensasional ketika dihadapkan dengan masalah tersebut. Terlebih dalam menyoal permasalahan yang bersangkutan dengan Tuhan. Sebut saja permasalahan seperti:

    Apa Alasan Diciptakannya Neraka Ketika Allah Bersifat Pengasih??

    Penggunaan diksi alasan seakan-akan mengindikasi bahwa Allah mengadakan sesuatu bergantung kepada suatu pemicu/sebab. Pekerjaan yang bergantung pada sebab hakikatnya adalah Af’al Ikhtiyariah. Dan ini tidak boleh disematkan kepada Allah, karena Allah mengadakan dan tidak mengadakan sesuatu itu merupakan hak prerogatif-Nya tanpa bersandar pada alasan apapun. Dengan kata lain, Allah adalah dzat yang  bersifat Irodah. Jika Allah berkehendak maka mengadakan, jika tidak ya maka tidak mengadakan. Berbeda dengan makhluk yang sebagian pekerjaannya bergantung pada alasan/sebab, contohnya: saya makan karena saya lapar, saya minum karena saya haus dan lain-lain.

    Kemudian masalah penciptaan neraka. Neraka yang kita ketahui dan kita imani adalah tempat penyiksaan orang-orang yang berdosa. Lalu datang anggapan bahwa katanya Allah Maha Pengasih nan Penyayang. Tapi mengapa Allah menciptakan tempat untuk orang jahat.

    Allah Maha Baik, harusnya menciptakan segala hal yang baik-baik saja, tidak perlu menciptakan kejahatan. Begitu pula tidak perlu menciptakan neraka. Ungkapan yang seakan-akan memberi saran, kritikan apalagi mewajibkan sesuatu kepada Tuhan sungguh sangat kurang layak, alias tak punya etika.

    Seandainya ketika Allah dituntut harus menciptakan kebaikan saja, maka tidak akan ada yang namanya ujian. Jika tidak ada ujian, maka manusia sama saja tidak memiliki nilai, karena nilai dihasilkan dari ujian, kalau manusia tidak memiliki nilai, lantas apa bedanya dengan binatang. Karena nilai kemanusiaan pada diri manusia terletak pada iman dan akal.

    Iman dan akal yang sempurna nantinya akan membawa manusia kepada nilai-nilai keluhuran. Jika manusia bisa mencapai nilai-nilai tersebut maka derajatnya akan terangkat di sisi Allah, bahkan lebih tinggi daripada malaikat. Sebaliknya, jika nilai-nilai ini terdegradasi, maka derajat manusia akan menjadi rendah, bahkan lebih rendah daripada binatang.

    Lalu Ketika kita menyatakan bahwasanya Tuhan harus berbuat baik, maka akan berujung bahwa Tuhan itu terpaksa. Karena Ia diintervensi oleh makhluknya sendiri. Kalau Tuhan dipaksa maka Tuhan itu lemah. Dan sifat lemah bagi Tuhan itu mustahil.

    Maka dari itu, kita selalu diajarkan bahwasanya kebaikan yang diciptakan Tuhan itu sebagai bentuk rahmat. Sedangkan ketidakbaikan adalah bentuk keadilan dan ujian apakah manusia mampu menghadapi cobaan tersebut ataukah tidak. Tak hanya itu, adanya kebaikan dan keburukan bagi manusia sebagai pembeda untuk memilih salah satu di antaranya. Bagaimana kita mengetahui putih kalau tidak ada hitam, bagaimana kita mengetahui kebagusan kalau tidak ada kejelekan, bagaimana kita mengetahui kebaikan kalau tidak ada keburukan.

    Jika ia memiih kebaikan, maka akan diberikan ganjaran sesuai kebaikanya. Ganjaran tersebut bisa berupa surga sebagai bentuk rahmat dari Allah Ta’ala. Begitu juga sebaliknya ketika ia memilih keburukan maka akan diganjar dengan dosa bahkan neraka.

    Lantas apakah Allah zalim kepada makhluknya?

    Secara tegas kita mengatakan “Tidak”. Karena ketika manusia berbuat kejahatan lantas diberikan suatu pahala maka hal itu akan berujung pada penisbatan kezaliman bagi Allah. Karena Ia memberi ganjaran yang tidak sesuai dengan nilainya. Maka dapat kita katakan bahwa penciptaan neraka  sebagai bentuk dari keadilan Allah.

    Adapun dari sudut pandang hikmah, neraka itu sebenarnya diciptakan sebagai bentuk kasih sayang Allah untuk manusia. Ibaratnya orang yang sakit tidak akan merasakan nikmatnya sebuah makanan lezat. Maka solusinya harus diberikan obat. Meskipun obat itu terasa pahit akan tetapi bisa menyembuhkn dan mengembalikan nikmatnya masakan lezat.

    Begitupun dengan orang-orang berdosa, mereka seperti halnya orang-orang yang sakit. Hatinya terjangkiti virus-virus dengki, hasud dan lain-lain. Maka tidak akan bisa merasakan kenikmatan surga. Karena surga hanya boleh dihuni oleh orang-orang yang bertakwa. Maka dari itu, perlu ada neraka sebagai obat dan pelebur dosa bagi orang-orang yang hatinya ditimpa penyakit. Dan selanjutnya ia bisa masuk ke dalam surga dalam keadaan bersih dari segala penyakit, bersih dari segala dosa dan berkumpul bersama orang-orang yang baik.

    Stay in the Loop

    Get the daily email from CryptoNews that makes reading the news actually enjoyable. Join our mailing list to stay in the loop to stay informed, for free.

    [tds_leads input_placeholder="Your email address" btn_horiz_align="content-horiz-center" pp_checkbox="yes" pp_msg="SSd2ZSUyMHJlYWQlMjBhbmQlMjBhY2NlcHQlMjB0aGUlMjAlM0NhJTIwaHJlZiUzRCUyMiUyMyUyMiUzRVByaXZhY3klMjBQb2xpY3klM0MlMkZhJTNFLg==" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sImxhbmRzY2FwZSI6eyJkaXNwbGF5IjoiIn0sImxhbmRzY2FwZV9tYXhfd2lkdGgiOjExNDAsImxhbmRzY2FwZV9taW5fd2lkdGgiOjEwMTksInBvcnRyYWl0Ijp7ImRpc3BsYXkiOiIifSwicG9ydHJhaXRfbWF4X3dpZHRoIjoxMDE4LCJwb3J0cmFpdF9taW5fd2lkdGgiOjc2OCwicGhvbmUiOnsiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2N30=" input_border="0" input_radius="eyJhbGwiOiI2cHggMCAwIDZweCIsImxhbmRzY2FwZSI6IjVweCAwIDAgNXB4IiwicG9ydHJhaXQiOiI1cHggMCAwIDVweCJ9" btn_bg="#10bf6b" btn_bg_h="#333237" f_btn_font_family="420" f_btn_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsImxhbmRzY2FwZSI6IjEyIiwicG9ydHJhaXQiOiIxMiJ9" f_btn_font_line_height="eyJhbGwiOiIzLjYiLCJsYW5kc2NhcGUiOiIzLjMiLCJwb3J0cmFpdCI6IjMuMyJ9" f_input_font_line_height="eyJhbGwiOiIzLjYiLCJsYW5kc2NhcGUiOiIzLjMiLCJwb3J0cmFpdCI6IjMuMyJ9" f_input_font_family="420" f_input_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsImxhbmRzY2FwZSI6IjEyIiwicG9ydHJhaXQiOiIxMiJ9" input_padd="eyJhbGwiOiIwIDE1cHggMXB4IiwibGFuZHNjYXBlIjoiMCAxM3B4IDFweCIsInBvcnRyYWl0IjoiMCAxMHB4IDFweCJ9" btn_padd="eyJhbGwiOiIwIDE1cHggMXB4IiwibGFuZHNjYXBlIjoiMCAxM3B4IDFweCIsInBvcnRyYWl0IjoiMCAxMHB4IDFweCJ9" btn_radius="eyJhbGwiOiIwIDZweCA2cHggMCIsImxhbmRzY2FwZSI6IjAgNXB4IDVweCAwIiwicG9ydHJhaXQiOiIwIDRweCA0cHggMCJ9" pp_check_color="#a0a0a0" pp_check_square="#000000" pp_check_border_color="rgba(16,191,107,0)" f_pp_font_family="420" pp_check_bg="rgba(255,255,255,0.6)" pp_check_size="eyJhbGwiOjE0LCJsYW5kc2NhcGUiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" msg_composer="" f_title_font_family="420" msg_space="eyJsYW5kc2NhcGUiOiIwIDAgMTBweCIsInBvcnRyYWl0IjoiMCAwIDEwcHgifQ==" f_title_font_size="eyJsYW5kc2NhcGUiOiIxMCJ9" f_msg_font_size="eyJsYW5kc2NhcGUiOiIxMCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTAifQ==" f_pp_font_size="eyJsYW5kc2NhcGUiOiIxMCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTAifQ==" pp_space="eyJsYW5kc2NhcGUiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTAifQ==" pp_check_color_a_h="#ffffff"]

    Latest stories

    - Advertisement - spot_img

    You might also like...