Rumah Syariah

Berita

Amati, Tiru, Modifikasi: Bekal Mengarungi Era Digital

RSa Media, Kairo — Perkembangan zaman digital menuntut setiap individu memiliki keterampilan dalam mengoperasikan perangkat digital agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Keterampilan ini dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari pemasaran produk oleh perusahaan hingga promosi lembaga pendidikan. Menyadari pentingnya kemampuan tersebut, Rumah Syariah mengadakan Seminar Editing Video pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Asrama Pusat Rumah Syariah, Darb al-Ahmar, Darrasa. Seminar ini bertujuan mengembangkan potensi anggota aktif sekaligus menjadi ajang pengaderan media.

Gambar 1: Ustazah Muthiah Syahidah Ridho Illaahi

Riskatul Fajrin selaku pembawa acara membuka kegiatan, yang kemudian diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Fadhlan Raksyanjani Dev. Selanjutnya, Ustazah Rifa Rahmah Rosyidah, Lc., S.Sos., selaku pembina media, menyampaikan sambutan. Kegiatan kemudian dipandu oleh Layda Zahratul Fajriyyah sebagai moderator.

Pada seminar kali ini, Rumah Syariah kembali menghadirkan Ustazah Muthiah Syahidah Ridho Illaahi sebagai pemateri. Beliau merupakan alumni Rumah Syariah angkatan 11, Kawkaba, dan pernah menjadi editor video saat menjabat sebagai pengurus. Beliau turut berperan di balik video-video Rumah Syariah yang kerap membuat penonton merinding.

“Kita mengira editing selalu butuh aplikasi premium atau gear yang bagus. Kita tidak menafikan bahwa hal tersebut bisa meningkatkan kualitasnya. Namun, poinnya adalah bagaimana kita bisa memaksimalkan segala hal yang ada di tangan kita. Penunjang utama kita ada di skill dan kreativitas,” jelas Ustazah Muthi saat mengawali materinya.

CapCut menjadi aplikasi yang digunakan peserta untuk berlatih. Mereka diimbau menyiapkan aplikasi tersebut di perangkat masing-masing agar dapat mengikuti sesi praktik dengan mudah. Materi penyuntingan video yang disampaikan mencakup beat, overlay, keyframe, masking, remove background, dan transisi.

Beat merupakan ketukan atau irama musik yang dapat dijadikan patokan untuk menentukan waktu kemunculan atau pergantian gambar, klip, teks, dan efek. Sementara itu, overlay merupakan lapisan tambahan yang ditempatkan di atas video utama. Adapun keyframe adalah titik penanda yang menyimpan nilai suatu pengaturan pada waktu tertentu sehingga memungkinkan terciptanya animasi. Jika overlay berfungsi menambahkan lapisan visual, masking digunakan untuk mengatur bagian lapisan yang ingin ditampilkan. Fitur remove background digunakan untuk menghilangkan latar belakang suatu gambar atau video, sedangkan transisi merupakan efek yang mengatur perpindahan visual dari satu klip ke klip berikutnya.

Seluruh elemen tersebut dijelaskan dan dicontohkan secara langsung oleh Ustazah Muthi. Para peserta tampak antusias mengikuti penjelasan, bahkan beberapa kali serempak berseru, “Wiih!”

“Bagaimana kita bisa mengembangkan skill? ATM: Amati, Tiru, Modifikasi. Kita pelajari bagaimana membuatnya, melihat tutorialnya. Untuk awal-awal, sama persis tidak apa-apa. Seiring berjalannya waktu, kita memodifikasi dengan menambahkan sentuhan yang bisa menampakkan ciri khas kita sendiri,” ucap beliau.

“Video harus rapi dari semua elemen yang ada. Selain itu, kita harus mencoba memahami psikologi para penonton, bagaimana kita bisa menarik penonton di 3 detik pertama. Video terbagi menjadi tiga: awal, tengah, akhir. Maka kita tambahkan hook di setiap bagian dengan porsi yang secukupnya,” tambah beliau seraya terus membagikan berbagai kiat penyuntingan video.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama. Diharapkan, seminar ini dapat menjadi bekal bagi anggota aktif untuk mengenal teknik penyuntingan video sekaligus membuka jalan bagi pengembangan kreativitas tanpa batas.

Reporter: Khairunnisa Ghina Syarifah

Editor: RSa Media

Scroll to Top