
RSa Media, Kairo – Masih sarat dengan suasana bulan kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, Rumah Syariah mengadakan acara Peringatan Maulid Nabi yang mengusung tema,
في محبة الرسول, نور القلوب وضياء السبل
Acara yang berlangsung pada hari Kamis, 17 September 2026 ini mengambil tempat di Markas Besar Rumah Syariah, Darb al-Insiyah. Acara ini turut dihadiri oleh para asatiz, pembina, serta seluruh anggota aktif Rumah Syariah.
Pada pukul 17.45 EEST, acara dimulai dengan pembacaan hadroh, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan acara oleh MC, yang mana dibawakan oleh Hanif Farhan Nabil dan Lulu Lutfiyah. Tak terlewat pula, sambutan oleh Ketua Panitia Pelaksana dari angkatan 7 Cabang, yaitu Muhammad Ukasyah. Ia mewakili angkatan al-Sab’u al-Matsani menyampaikan terima kasih kepada para pembina Rumah Syariah atas kesempatan menjadi panitia penyelenggara Peringatan Maulid Nabi kali ini. Serta pada partisipasi dan antusiasme para hadirin, dan tentu saja apresiasi kepada para panitia yang telah berusaha menyukseskan acara.
Sambutan selanjutnya adalah dari Ustaz Muhammad Rizqi Farhany, Lc., Dipl., selaku Koordinator Pembina Umum Rumah Syariah. Beliau menuturkan bahwa ekspresi seseorang dalam mencintai Nabi berbeda-beda. Ada yang mengikuti sunnah fi’liyah seperti salat tahajud, salat duha. Ada pula dengan membaca zikir dan selawat, ataupun mempelajari perjalanan hidup Nabi.
“Kita sering kali menyaksikan bahwa Al-Azhar ketika menyambut maulid, mengutamakan sisi keilmuannya. Karena keilmuan itu adalah identitas dari Al-Azhar itu sendiri. Sehingga sering kali yang kita temui ketika bulan maulid di sekitar Al-Azhar adalah pembacaan kitab maulid, majelis zikir, dan lain-lain.” Demikian kutipan dari sambutan yang beliau sampaikan. Dan dari berbagai ekspresi mencintai Nabi di atas, semuanya dapat kita temukan di Rumah Syariah, ungkap Ustaz Farhany.
Kemudian, setelah istirahat sejenak untuk salat magrib, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan selawat dan maulid diiringi dengan alunan rebana. Suasana yang syahdu dan khusyuk menghiasi sesi itu, hingga tak sedikit yang menguraikan air mata, penuh dengan perasaan yang membuncah akan kecintaan pada Nabi.
Setalah selesai pembacaan selawat dan maulid, acara dilanjutkan dengan pembacaan kitab sirah oleh Ustaz Muhammad Rizky Junaidy, Lc. Beliau menyampaikan bahwa maulid adalah bentuk kebahagian kita dan untuk merayakan rahmat terbesar yang Allah berikan, yaitu baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.
قال الله تعالى: “وما أرسلنك إلا رحمة للعلمين”
و من قوله تعالى: “قل بفضل الله وبرحمته فبذلك فليفرحوا”
Beliau juga menambahkan, “Kita tidak perlu jauh-jauh dan repot mencari motivasi. Karena motivasi dan motivator paling cocok untuk kita adalah mengambil hikmah dari kisah Nabi dan Nabi sendiri”.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan mauizah hasanah oleh Ustaz Bagus Fadli, Lc., Dipl., yang berkaitan dengan suasana memperingati maulid Nabi kali ini. Dalam pemaparannya, beliau menyebutkan 4 hal untuk membuktikan cinta kita kepada Rasulullah, yaitu pertama dengan mengenal sosok Nabi Muhammad, baik dari segi perjalanan hidup ataupun karakteristik dan perangai beliau. Yang kedua adalah dengan memperbanyak selawat, kemudian menghidupkan sunah Nabi, dan yang terakhir adalah dengan khidmah kepada umat Nabi Muhammad.
Ustaz Bagus turut mengingatkan tujuan dan niat datang ke Mesir kepada para anggota Rumah Syariah, memantik niat dan semangat agar terus diperbaharui sehingga memaksimalkan waktu ketika berada di Mesir. Beliau mengutip perkataan seorang Syekh Al-Azhar ketika dimintai nasihat oleh seorang wafidin yang bimbang karena harus kembali ke Indonesia sedangkan ia masih ingin menuntut ilmu lebih banyak,
أنت تأتي لرسول الله وسترجع لرسول الله
Demikian setelah rangkaian acara berakhir, acara ditutup dengan pembacaan do’a oleh Ustaz Efendi Septiono, Lc., Dipl., serta sesi dokumentasi dan ramah tamah. Berakhirnya acara ini melengkapi kebahagiaan yang tersebar dalam momentum mengingat Sang Baginda malam itu.
Reporter: Rayna Nur Rahmah
Editor: RSa Media



